Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan
Pernahkah kalian menjumpai siput? Dalam ekosistem siput termasuk komponen biotik karena berupa makhluk hidup. Siput ternyata memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di alam. Siput pemakan dedaunan yang akan menguraikan bahan organik pada daun untuk dikembalikan ke tanah. Nah, untuk lebih memahami interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya mari kita simak pembahasan berikut ini.
A. Pengertian Lingkungan
Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita baik itu benda ataupun wilayah yang menjadi aktivitas seluruh makhluk hidup. Lingkungan juga mengacu kepada semua benda, keadaan, kondisi, dan pengaruh yang berada pada suatu daerah yang kita tinggali dan hal tersebut mempengaruhi kehidupan di sekitarnya baik itu hewan, tumbuhan, atau juga manusia.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka lingkungan dapat diartikan sebagai sebuah kesatuan yang meliputi berbagai macam makhluk hidup beserta seluruh komponen di sekitarnya. Komponen tersebut meliputi komponen fisik, kimia, atau biologi. Namun, berdasarkan sifatnya komponen yang menyusun suatu lingkungan dibedakan menjadi dua macam yaitu komponen hidup dan komponen tak hidup.
Komponen hidup terdiri atas makhluk hidup yang menunjukkan ciri-ciri kehidupan. Komponen hidup tersebut juga sebagai komponen biotik. Komponen biotik yang dapat kita temukan antara lain kelinci, rumput, pepohonan, rubah, dan sapi. Komponen tak hidup berupa benda-benda mati yang disebut komponen abiotik. Komponen abiotik menyediakan kebutuhan untuk menunjang kehidupan komponen biotik. Komponen abiotik yang dapat kita temukan antara lain cahaya matahari, air, tanah, oksigen, hidrogen dll. Antarkomponen tersebut senantiasa melakukan interaksi untuk mempertahankan kehidupannya. Makhluk hidup tidak mampu hidup sendiri melainkan selalu membutuhkan makhluk hidup lainnya.
B. Hal-hal yang Ditemukan dalam Suatu Lingkungan
Dalam suatu lingkungan yang dinamis atau seimbang, tersedia komponen-komponen yang dibutuhkan oleh organisme hidup. Contohnya, dalam lingkungan tersedia air, tanah, cahaya, dan komponen lain yang dibuthkan oleh makhluk hidup. Setiap makhluk hidup tersebut membutuhkan lingkungan tertentu sebagai tempat tinggalnya yang dinamakan habitat. Dalam suatu habitat ditemukan dua macam komponen yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Berikut penjelasan tentang dua komponen tersebut.
1. Komponen Abiotik
Komponen abiotik berupa komponen tak hidup yang mendukung atau mempengaruhi makhluk hidup dalam suatu ekosistem untuk melaksanakan seluruh aktivitasnya. Komponen-komponen abiotik yang terdapat dalam suatu lingkungan antara lain sebagai berikut :
a. Air
Air merupakan komponen abiotik yang sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kehidupan suatu organisme. Dalam tubuh makhluk hidup, air berperan sebagai media berlangsungnya berbagai metabolisme. Air juga mendukung reaksi kimia dalam sel untuk mendapatkan energi. Tidak adanya air dan kekurangan air menyebabkan pembentukan energi terhambat. Bagi tumbuhan, air dimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Beberapa tumbuhan dan hewan tertentu, air merupakan habitat mereka. Selain itu, air juga diperlukan sebagai bahan pelarut yang dapat membawa mineral-mineral penting dalam tanah ke seluruh tubuh tanaman.
b. Tanah
Berbagai macam organisme memiliki habitat pada tanah dan benda-benda abiotik lain ditemukan di atas maupun di dalam tanah. Tanah menyediakan berbagai macam kebutuhan makhluk hidup seperti mineral, bahan organik, dan lain sebagainya. Tumbuhan dapat hidup dengan baik apabila tanah tersebut tersedia zat-zat terlarut.
c. Udara
Udara mengandung berbagai macam gas-gas yang dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan organisme. Gas-gas tersebut antara lain oksigen, karbon dioksida, nitrogen, hidrogen dsb. Oksigen berperan dalam pernapasan. Karbon dioksida digunakan sebagai bahan fotosintesis tanaman. Gas nitrogen menyediakan nutrisi bagi beberapa mikroorganisme di dalam tanah dan tumbuhan kacang-kacangan.
d. Cahaya
Matahari merupakan energi cahaya paling besar yang terdapat di alam semesta dan mendukung kehidupan pada suatu lingkungan. Bagi tumbuhan dan bakteri fotosintetik cahaya digunakan sebagai sumber energi untuk pembetukan zat makanan melalui proses fotosintesis.
e. Suhu
Suhu mempengaruhi kehidupan beberapa organisme tertentu. Ada tumbuhan yang mampu hidup di daerah dengan suhu rendah, sebaliknya ada juga tumbuhan yang mampu hidup di daerah suhu tinggi. Perubahan suhu udara menyebabkan terjadinya perubahan tekanan udara di daerha tersebut. Suhu yang rendah meningkatkan tekanan udara, begitu pula sebaliknya.
f. Derajat keasaman atau pH
Derajat keasaman atau pH merupakan faktor penting dalam ekosistem yang mempengaruhi keberlangsungan hidup suatu organisme. Nilai pH tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti curah hujan, aktivitas akar tanaman, penggunaan pupuk,dan penguraian mineral tanah.
g. Kelembaban
kelembaban udara dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya matahari, curah hujan, angin, dan sinar matahari yang ada. Setiap daerah memiliki kelembaban yang berbeda-beda. Hal tersebut akan mempengaruhi jenis organisme yang ada di tempat tersebut.
2. Komponen Biotik
Komponen biotik penyusun ekosistem terdiri atas organisme-organisme yang menunjukkan ciri-ciri kehidupan. Setiap komponen biotik yang terdapat di ekosistem memiliki cara tersendiri yang berbeda-beda untuk dapat bertahan hidup sehingga membentuk karakter ekosistem berbeda pula. Komponen biotik di dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang dibedakan menjadi produsen, konsumen, dekomposer, detritivor, predator, dan parasit.
a. Produsen
Produsen adalah komponen biotik yang memiliki kemampuan menyusun senyawa organik menjadi makanan yang berasal dari bahan anorganik seperti air dan karbondioksida. Proses tersebut dilakukan oleh organisme berklorofil atau tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari.
b. Konsumen
Konsumen adalah komponen biotik yang tidak mampu membuat makanannya sendiri sehingga mendapatkan makanan dari organisme lain. Konsumen hanya mampu memaka bahan organik yang dihasilkan oleh produsen. Konsumen memiliki sifat ketergantungan terhadap organisme lainnya. Organisme yang termasuk konsumen antara lain manusia dan hewan.
Konsumen dibedakan menjadi beberapa tingkatan diantaranya :
1) Konsumen tingkat pertama
Konsumen tingkat pertama atau konsumen primer adalah konsumen pemakan tumbuh-tumbuhan yang disebut organisme herbivora. Contohnya kambing, zooplankton, ulat, belalang, sapi dll.
2) Konsumen tingkat kedua
Konsumen tingkat kedua atau konsumen sekunder adalah konsumen yang menempati tingkat trofik ketiga dalam ekosistem. Konsumen tingkat kedua memakan konsumen tingkat pertama sehingga disebut hewan karnivora.
3) Konsumen tingkat ketiga
Konsumen tingkat ketiga atau konsumen tersier adalah konsumen pemakan hewan yang berada di tingkat kedua atau ketiga. Hewan pemakan pada konsumen tingkat ini masih termasuk hewan karnivora. Contohnya, burung alap-alap dan burung elang.
4) Konsumen tingkat keempat
Konsumen tingkat keempat atau konsumen puncak adalah konsumen pemakan konsumen tingkat ketiga yang berada di tingkat trofik kelima dalam ekosistem. Contohnya burung elang.
c. Dekomposer
Dekomposer adalah organisme pengurai tubuh di makhluk hidup yang sudah mati. Dekomposer biasanya berukuran sangat kecil yang mampu membusukkan bangkai hingga menguraikannya menjadi zat organik. Zat organik tersebut kemudian dirombak menjadi zat hara yang meresap ke dalam tanah seperti gas H2S, CO2, air, dan mineral lainnya. Contohnya bakteri dan jamur.
d. Detritivor
Detritivor adalah organisme pemakan detritus atau sisa-sisa tumbuhan atau hewan yang melapuk menjadi serpihan hancuran yang sangat kecil. Contohnya cacing tanah, rayap, kutu kayu, teripang, siput dll.
e. Predator
Predator adlah organisme yang mendapatkan makanan dengan memburu hewan lainnya. Di dalam ekosistem, predator menempati tingkat paling puncak dengan jumlah paling sedikit. Contohnya singa, burung elang, harimau dll. Predator juga berperan sebagai penyeimbang ekosistem ketika jumlah suatu populasi mengalami ledakan yang sulit dikendalikan.
f. Parasit
Parasit merupakan organisme yang mendapatkan makanan dengan menumpang dan menyerap organisme lainnya sehingga organisme inang lama-kelamaan akan mati. Contohnya benalu, tali putri, jamur parasit dll.
Nah sekalian dulu ya pembahasan tentang Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan kali ini, semoga bermanfaat. Dan jangan lupa share ke temen-temen kalian tentang website ini agar bisa mendapat info menarik lainnya. Terimakasih!

0 Response to "Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan"
Posting Komentar