-->

iklan atas

Konsep Perbandingan

Sering kali kita jumpai dalam kedidupan sehari-hari hal-hal yang berkaitan tentang perbandingan, contohnya Budi lebih tinggi dari Andi, Doni lebih muda dari Heri, tinggi segitiga setengah kali panjang alasnya, dan lain sebagainya. Lalu bagaimanakah konsep perbandingan itu? Untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan berikut!



1. Perbandingan Besaran dengan Satuan Sama

Perbandingan dua besaran dapat dinyatakan dengan dua cara, yaitu berdasarkan selisih dan berdasarkan pembagian (hasil bagi). Untuk membandingkan dua besaran berdasarkan hasil bagi, satuannya harus sama. Setelah itu hasilnya dinyatakan dalam bentuk yang paling sederhana. Bentuk perbandingan atau rasio yang paling sederhana dari dua besaran dengan satuan yang sama dapat ditulis dengan a : b atau a/b ( dibaca a berbanding b) dengan a,b termasuk bilangan asli.

Contoh :

Saat ini umur Andi 16 tahun dan umur Budi 12 tahun. Untuk membandingkan umur Andi dan Budi dapat diselesaikan dengan cara berikut :

a. Berdasarkan selisih 

Umur Andi 16 tahun dan umur Budi 12 tahun , maka selisihnya 16 - 12 = 4.

Jadi, umur Andi 4 tahun lebih tua dari umur Budi.


b. Berdasarkan hasil bagi

Umur Andi 16 tahun dan umur Budi 12 tahun , maka hasil bagi = 16/14 atau 16 : 14 = 4 : 3.

Jadi, perbandingan umur Andi dengan Budi adalah 4 : 3.





2. Perbandingan Besaran dengan Satuan Berbeda

Perbandingan dua besaran dengan berbeda dapat kita temukan dalam kehidupan sehari - hari. Misalnya seseorang mengendarai sepeda dengan kecepatan 12 km per jam. Pada kecepatan mengendarai sepeda seseorang tersebut terdapat dua besaran yang dibandingkan, yaitu besaran panjang dan besaran waktu dimana keduanya memiliki satuan yang berbeda. Besaran panjang dengan satuan km, sedangkan besaran waktu dengan satuan jam. Hal ini berarti ada dua kualitas berbeda yang dibandingkan. Contoh perbandingan besaran dengan satuan berbeda lainnya antara lain membandingkan harga tepung (rupiah) terhadap massanya (kg), jarak yang ditempuh (km) dengan volume bensin (liter), dan lain sebagainya.

Contoh : 

Seorang pelari melewati 3 lintasan yang berbeda. Pada lintasan pertama memiliki panjang 9 km dengan waktu tempuh 15 menit. Lintasan kedua panjangnya 12 km dengan waktu tempuh 18 menit. Adapun lintasan ketiga panjangnya 5 km dengan waktu tempuh 10 menit. Pertanyaannya, pada lintasa ke berapa pelari tersebut berlari dengan kecepatan terendah ?

Jawab :

Kecepatan di lintasan pertama : 9 km/15 menit = 3/5 km/menit

Kecepatan di lintasan kedua : 12 km/18 menit = 2/3 km/menit

Kecepatan di lintasa ketiga : 5 km/10 menit = 1/2 km/menit


Karena 2/3 > 3/5 > 1/2, maka kecepatan terendah pelari tersebut terjadi di lintasan ketiga.



Nah sekalian dulu ya pembahasan tentang Konsep Perbandingan kali ini, semoga bermanfaat. Dan jangan lupa share ke temen-temen kalian tentang website ini agar bisa mendapat info menarik lainnya. Terimakasih! 

You have to wait 30 seconds

Generating Code Link...

0 Response to "Konsep Perbandingan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel