Cerita Fantasi : Mengidentifikasi Unsur, Karakteristik, dan Jenis Cerita Fantasi
Pernahkan kalian membaca cerita fantasi? Cerita fantasi merupakan salah satu cerita yang sangat menarik. Dengan adanya cerita fantasi tersebut dapat menarik minat minat baca, karena dengan membaca cerita fantasi dapat mengembangkan daya imajinasi seseorang akan cerita tersebut. Nah agar lebih jelasnya mari simak pembahasan berikut ini.
A. Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi
Cerita fantasi merupakan karangan yang bersifat imajinatif. Artinya, hanya sebatas khayalan semata, aneh, dilebih-lebihkan, dan tidak mungkin peristiwa tersebut terjadi di dunia nyata. Akan tetapi, pada dasarnya teks cerita fantasi menggambarkan suatu peristiwa sesuai dengan teks pada umumnya. Teks cerita fantasi juga memiliki alur dan menceritakan suatu kejadian dimulai dari awal hingga akhir peristiwa.
Cerita fantasi adalah karya yang disusun dalam alur penceritaan yang normal namun bersifat imajinatif dan khayalan. Dalam cerita fantasi, unsur latar, penokohan, maupun konflik tidak realistis bahkan dilebih-lebihkan dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Cerita fantasi dibagi menjadi dua yaitu cerita fantasi aktif dan cerita fantasi pasif. Cerita fantasi aktif yaitu fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemampuan. Sedangkan cerita fantasi pasif adalah fantasi yang tidak dikendalikan, sehingga seolah-olah orang yang berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan.
1. Mengidentifikasi Unsur Pembangun Cerita Fantasi
Unsur-unsur yang membangun cerita fantasi meliputi : tema, alur, penokohan, latar, sudut padang, dan amanat. Untuk lebih jelasnya mari identifikasi unsur-unsur cerita fantasi tersebut!
a. Mengidentifikasi alur
Alur merupakan rangkaian cerita yang memiliki hubungan sebab-akibat dalam cerita fantasi. Alur cerita terdiri atas tiga bagian yaitu : (1) awal, (2) tengah, dan (3) akhir. Setiap bagian memiliki ciri penanda tersendiri, ciri tersebut diantaranya adalah :
(1) Bagian Awal
Bagian ini sering disebut bagian pengenalan (orientasi), fungsinya adalah mengantarkan cerita. Pada bagian ini dikenalkan latar cerita, tokoh, dan watak-wataknya.
(2) Bagian Tengah
Bagian ini merupakan rangkaian peristiwa/kejadian hingga ke bagian klimaks atau inti cerita. Bagian tengah dibagi menjadi tahap pemunculan konflik, klimaks, dan masalah menurun.
(3) Bagian Akhir
Bagian ini menjawab masalah utama, tentu saja dijawab dalam bentuk rangkaian peristiwa/kejadian juga. Bagian akhir adalah kesimpulan dan penutup cerita.
b. Mengidentifikasi Tokoh
Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami peristiwa. Tokoh adalah pelaku, sedangkan watak adalah sifat yang melekat pada diri tokoh tersebut.
c. Mengidentifikasi latar
Latar merupakan keterangan mengenai ruang/tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita. Unsur latar yang bisa diidentifikasi dari cerita tersebut diantaranya ruang, waktu, dan suasana.
d. Mengidentifikasi amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita fantasi yang disajikan. Pesan tersebut disampaikan secara tersurat melalui dialog diantara tokoh atau tersirat melalui ringkasan cerita.
2. Mengidentifikasi Karakteristik Cerita Fantasi
Tema yang biasa digunakan dalam cerita fantasi yaitu supranatural, futuristik, atau fiksi ilmiah dsb. Dasar penulis menciptakan latar dan tokoh merupakan modifikasi dari dunia nyata. Berikut merupakan karakteristik/ciri khas cerita fantasi antara lain :
1. Adanya keajaiban.
2. Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis.
3. Menggunakan berbagai latar.
4. Memiliki tokoh yang unik ( memiliki kekuatan/kesaktian).
5. Bersifat fiksi.
6. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan.
3. Mengidentifikasi Jenis Cerita Fiksi
Cerita fantasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut :
a. Cerita fantasi total dan irisan
Kategori cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat dalam cerita tidak terjadi dalam dunia nyata. Adapun cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan dunia nyata, baik tempat maupun peristiwa yang terjadi di dunia nyata.
b. Cerita fantasi sezaman dan lintas waktu
Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar lintas waktu artinya cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa lalu dengan masa depan, masa kini dengan dengan masa lalu). Sedangkan latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa ( misalnya, fantasi di masa kini, fantasi di masa lampau, atau fantasi di masa mendatang).

0 Response to "Cerita Fantasi : Mengidentifikasi Unsur, Karakteristik, dan Jenis Cerita Fantasi"
Posting Komentar