-->

iklan atas

ARITMETIKA : Bunga Tungggal, Potongan Harga, Pajak, Bruto, Neto, dan Tara

Aritmetika sosial juga dikenal dalam dunia perbankan. Sehingga muncul istilah bunga tunggal saat seseorang menyimpan uang di bank. Nah, sebelumnya kita telah membahas tentang keuntungan dan kerugian, bagaimana cara untuk menentukan bunga tunggal, potongan harga, pajak, bruto, neto, dan tara? Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut ini!


Gambar ilustrasi




1. Bunga Tunggal

Jika kita menyimpan uang di bank, maka jumlah uang kita akan bertambah. Hal itu karena kita mendapat bunga dari bank. Jenis bunga yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal, artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya tidak akan berbunga lagi.

Jika modal sebesar M ditabung dengan bunga b % setahun, maka besarnya bunga tunggal (B) dirumuskan sebagai berikut :

a. Setelah t tahun







b. Setelah t bulan




Contoh soal :

Ali menabung uangnya di bank sebesar Rp.500.000,00. Bank tersebut memberikan suku bunga tunggal sebesar 15% per tahun. Hitunglah besar bunga tabungan Ali pada bulan ke 10!

Diketahui : - Besar bunga 15% per tahun.

                   - Jumlah tabungan Rp.500.000,00.

Ditanyakan : Berapa besar bunga pada bulan ke-10?

Jawab : Karena yang ditanyakan bunga di bulan t, maka gunakan rumus :




Bunga bulan ke-10 = 




Jadi besar bunga pada bulan ke-10 adalah Rp.62.500,00.


2. Potongan Harga

Potongan harga disebut juga diskon atau rabat. Potongan harga diberikan penjual kepada pembeli karena melakukan pembelian dalam jumlah yang besar. Potongan harga akan menyebabkan jumlah harga yang harus dibayarkan oleh pembeli menjadi berkurang. Rabat atau potongan harga biasanya dinyatakan dalam bentuk persen (%) dari harga beli. Secara matematis diskon dituliskan dalam rumus sebagai berikut :

- Harga bersih = harga kotor - diskon

Dimana, 

Diskon merupakan potongan harga;

Harga kotor adalah harga sebelum dipotong dsikon;

Harga bersih adalah harga setelah dipotong diskon.


3. Pajak 

Pajak adalah besaran nilai suatu barang atau jasa yang wajib dibayarkan oleh masyarakat kepada pemerintah. Dalam transaksi jual beli terdapat jenis pajak yang harus dibayar oleh pembeli, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPn). Pajar Pertambahan Nilai adalah pajak yang harus dibayarkan oleh pembeli kepada penjual atas konsumsi/pembelian barang atau jasa. Penjual tersebut mewakili pemerintah untuk menerima pembayaran pajak dari pembeli untuk disetorkan ke kas negara. Biasanya besarnya PPn adalah sebesar 10% dari harga jual.

Contoh soal :

Ratna membeli handphone dengan harga Rp.5.000.000,00 dan dikenakan PPn sebesar 10%. Maka berapa uang yang harus dibayar oleh Ratna?

Diketahui : - Harga handphone = Rp.5000.000,00

                   - Besar PPn = 10%

Ditanyakan : Berapa uang yang harus dibayar?

Jawab : 

- PPn    = 10% x Rp.5.000.000,00

             = Rp.500.000,00

Uang yang harus dibayar = Rp.5.000.000,00 + Rp.500.000,00 = Rp.5.500.000,00


4. Bruto, Neto, dan Tara

Berat barang yang kita beli biasanya masih dalam hitungan berat kotor, artinya berat kemasan juga ikut dalam berat barang yang kita beli. Berat dari kemasan seperti karung, kardus, plastik, atau kemasan lainnya itu disebut tara. Berat barang beserta kemasan pembungkusnya disebut bruto. Sedangkan berat isi tanpa kemasan disebut neto. Berikut rumus matematisnya :

- Bruto   = neto + tara

- Neto    = bruto - tara

- Tara     = bruto - neto


Nah sekalian dulu ya pembahasan tentang ARITMETIKA : Bunga Tungggal, Potongan Harga, Pajak, Bruto, Neto, dan Tara kali ini, semoga bermanfaat. Dan jangan lupa share ke temen-temen kalian tentang website ini agar bisa mendapat info menarik lainnya. Terimakasih!

0 Response to "ARITMETIKA : Bunga Tungggal, Potongan Harga, Pajak, Bruto, Neto, dan Tara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel